You are here: Home Artikel Ponsel Lebih Berbahaya Daripada Rokok

Komunitas Alumni Tunarungu Pangudi Luhur [KOTA PL]

Ponsel Lebih Berbahaya Daripada Rokok

E-mail Cetak PDF
(0 votes, average: 0 out of 5)

Jakarta, Kota PL - Pakar otak memperingatkan massa tentang adanya peningkatan drastis dalam pertumbuhan tumor dan menghubungi industri untuk segera mengambil langkah untuk mengurangi radiasi.

Ponsel dapat membunuh lebih banyak orang dibandingkan dengan rokok atau asbestos, menurut salah satu hasil studi. Pengguna disarankan untuk menghindarinya sebisa mungkin dan pemerintah serta industri ponsel harus mengambil langkah cepat untuk mengurangi dampak radiasi.

Studi yang dilakukan oleh Dr Vini Khurana merupakan peringatan akan resiko kesehatan yang paling menakutkan.

Ia menggambarkan bukti yang terus berkembang - secara eksklusif dilaporkan pada IoS bulan Oktober -- akan penggunaan handset untuk 10 tahun atau lebih dapat menggandakan resiko terkena kanker otak. Kanker setidaknya memerlukan satu dekade untuk berkembang.



Awal tahun ini, pemerintah Perancis memperingatkan para pengguna ponsel, terutama anak-anak. Jerman juga telah menganjurkan untuk menggunakan handset seminimal mungkin, dan European Environment Agency juga memperingatkan untuk mengurangi dampak pengunaan ponsel.



Professor Khurana - seorang pakar bedah saraf yang telah menerima 14 penghargaan dalam 16 tahun terakhir, telah menerbitkan lebih dari tiga lusin laporan -- yang telah menelusuri lebih dari 100 kasus mengenai dampak ponsel. Ia mengatakan bahwa ponsel dapat menolong anda pada saat genting, namun ada bukti kuat yang menghubungkan antara penggunaan ponsel dan meningkatnya tumor.



Saat ini 3 milyar penduduk dunia menggunakan ponsel, 3 kali lebih banyak dari mereka yang merokok. Rokok membunuh 5 juta penduduk di seluruh dunia setiap tahunnya.





Sumber:
Koran Independent, Inggris:
http://www.independent.co.uk/life-style/health-and-wellbeing/health-news/mobile-phones-more-dangerous-than-smoking-802602.html

FOX News, USA:
http://www.foxnews.com/story/0,2933,343335,00.html

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 03 November 2008 19:16 )  

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday45
mod_vvisit_counterYesterday38
mod_vvisit_counterThis week160
mod_vvisit_counterThis month1082
mod_vvisit_counterAll12099

Artikel Terkait

Redaksi

articlesKirimkan artikel/berita sekarang.

Selanjutnya..