You are here: Home Artikel

Komunitas Alumni Tunarungu Pangudi Luhur [KOTA PL]

Anak Kucing Bermuka Dua

E-mail Cetak PDF
Kisah Anak Kucing Bermuka Dua



Di Perth, seekor kucing berhasil melahirkan anaknya, meski kucing kecil mengalami cacat. Anak kucing manis ini ternyata memiliki dua wajah dan luar biasanya kedua muka ini dapat mengeluarkan bunyi  "meong" pada saat yang sama meski yang dapat digunakan makan hanya satu.

Para dokter hewan di Perth, Australia lah yang berjasa menyelamatkan kucing kecil ini setelah induknya mengalami komplikasi saat melahirkannya.

"Saya pernah melihat kucing-kucing dengan ekor dua dan kaki yang besar-besar, tetapi yang ini belum pernah," kata salah satu dokter hewan.

Kucing ini belum diberi nama. Namun pemiliknya dilaporkan sedang memikirkan untuk memanggilnya Quasi Modo (nama tokoh yg cacat fisik dan buruk rupa dalam roman klasik karya Victor Hugo, Notre Dame de Paris 1831). Dokter hewan yang berhasil membantu kelahiran kucing kecil ini, menyebutkan bahwa kucing ini bakal dapat bertahan hidup.

"Meski pembedahan penuh terjadi di perut, kucing ini bisa bertahan semalaman. Ini pertanda baik. Artinya dia bakal bermeong ria dan mendengkur nyenyak dalam tidurnya."

Anak kucing ini hanya bisa makan dengan satu mulut karena langit-langit mulutnya mengalami pembelahan. Anehnya, kedua mulut ini bisa mengeluarkan bunyi 'meong' secara simultan.

 

sumber: The Sun

 

Cacing Ditemukan di Otak!

E-mail Cetak PDF
Bukan Tumor Melainkan Cacing Ditemukan di Otak




Para dokter bedah semula mengira akan menemukan tumor di dalam otak Alvarez tetapi ternyata seekor cacing yang mereka dapatkan

Beberapa dokter yang melaksanakan operasi untuk mengeluarkan tumor di otak seorang pasien perempuan terkaget-kaget karena bukan tumor yang mereka temukan melainkan seekor cacing yang masih hidup. Rosemary Alvarez dari Arizona, AS, menjalani operasi itu setelah  mengalami kelumpuhan pada salah satu lengannya dan kemerosotan pada fungsi penglihatan.

Perempuan ini kemudian menjalani pemeriksaan CT Scan dan para dokter menemukan indikasi tumor. Namun, dari pemeriksaan MRI, para dokter meragukan diagnosa tumor di dalam otak pasien mereka itu.

Beberapa dokter itu akhirnya memutuskan mengadakan operasi dan menemukan cacing yang sedang bergerak masuk ke dalam otak Alvarez. Setelah cacing berhasil dikeluarkan dari otak Alvarez, dokter bedah syaraf  Dr Peter Nakaji mengaku mereka yang berada di ruang operasi merasa terheran-heran dengan penemuan itu.

"Cacing itu berada di dalam batang otaknya yang sangat dalam untuk dijangkau," kata Dr Peter Nakaji. Tak seorangpun mengetahui bagaimana cacing itu bisa berada di dalam otak Alvarez. Beberapa dokter berpendapat cacing itu bisa saja berasal dari dari daging babi yang tak dimasak hingga matang atau karena kebiasaan tak mencuci tangan setelah menggunakan toilet.

Alvarez yang diperkirakan akan sembuh total setelah menjalani operasi berharap orang lain memetik pelajaran dari pengalamannya. "Oleh karena itu, biasakanlah untuk mencuci tangan," pintanya.

 

sumber: daily mail (kompas.com)

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 22 November 2008 07:13 )
 

Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya

E-mail Cetak PDF

Jakarta, Kota PL - coffeeSekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 05 November 2008 11:37 ) Selanjutnya...
 
Halaman 1 dari 3

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday48
mod_vvisit_counterYesterday38
mod_vvisit_counterThis week163
mod_vvisit_counterThis month1085
mod_vvisit_counterAll12101

Artikel Terkait

Redaksi

articlesKirimkan artikel/berita sekarang.

Selanjutnya..